Jumat, 05 Agustus 2011

kutu Air

Kutu air adalah sebutan awam bagi sejumlah krustasea kecil penghuni air. Kutu air bukan serangga dan tidak hidup sebagai parasit, sebagaimana banyak kutu yang hidup di luar air. Secara taksonomi, hewan yang disebut kutu air termasuk dalam genera Daphnia (paling umum), Cyclops, Bosmina, dan Diaptomus. Kutu air merupakan bagian dari zooplankton.
Penyakit kutu air biasanya menjangkiti kaki yang lembab dan sering berada di tempat-tempat yang basah, seperti sungai, selokan, tempat kamar mandi, dan tempat-tempat lain yang kotor. Cara paling utama menyembuhkan penyakit kutu air adalah dengan selalu mengusahakan kaki selalu kering. Setelah membasuh kaki, segera keringkan dengan dikipasi atau dilap. Usahakan untuk selalu mengenakan sandal apalagi di tempat-tempat yang basah.
Gejala Penyakit Kutu Air
Gejala yang timbul pada penyakit kutu air, antara lain rasa gatal pada kulit terutama pada malam hari, pada kulit yang terdapat penyakit kutu air akan tampak bentol kecil kemerahan sedangkan area bekas kutu berjalan akan tampak kemerahan berkelok kelok seperti pembuluh darah. Bagian tubuh yang terkena penyakit kutu air antara lain pergelangan tangan, sela sela jari, siku, ketiak, perut, bokong, alat kelamin, dada dan pinggang.

Penyakit kutu air menular dari manusia ke manusia melalui kontak fisik (kulit) antara penderita penyakit kutu air dengan orang yang sehat. Penularan terjadi khususnya bila kontak terjadi dalam waktu yang cukup lama/beberapa menit. Penyakit kutu air juga bisa ditularkan melalui pakaian atau sprei yang dipakai bergantian dengan penderita penyakit kutu air. Hal ini menjelaskan mengapa kejadian penyakit kutu air banyak terjadi di daerah penampungan, asrama dan pengungsian.

0 komentar:

Poskan Komentar