Senin, 10 Oktober 2011

penyakit biduran

Biduran Biduran ini merupakan kelainan akut atau kronis yang hilang timbul dengan tanda khas bilur sementara dan papula, disertai gatal-gatal dan rasa ditusuk-tusuk. Penyebabnya sering sukar di temukan, mungkin akibat reaksi immunologis, akibat penularan atau dingin.
Wanita lebih mudah terkena dari pada pria, terutama pada kasus kronis. Usia biasanya sering pada usia 30-40 tahun, kebanyakan akibat alergi seperti makan makanan (ikan, arbei, daging babi, telur), obat-obatan (penisilin, aspirin, enema, kodein, dsb), keadaan fisik (panas, dingin, tekanan), dan zat-zat yang mengiritasi saluran napas (debu rumah, bulu binatang), serta pengaruh psikologis.
Secara akupressure kelainan kulit ini disebabkan oleh angin dan panas atau angin dan dingin, yang menyerang kulit dan otot, sehingga menimbulkan gangguan peredaran ci dan darah, serta pembuluh darah. Mulainya penyakit cukup mendadak. Pada serangan angin dan dingin maka rash akan terlihat merah muda, panas dan gatal.
Berikut kami berikan titik-titik pemijatannya :

Penyebab Angin Dingin :
Ci Ce (UB 11): pada ujung lipat siku bagian luar.
San Yin Ciao (Li 6): letaknya 4 jari diatas mata kaki bagian dalam.
He Ku (UB 4): pada tempat yang paling tinggi jika ibu jari dan jari telunjuk tangan di rapatkan.
Lie Ku (H 5): 6 jari dari mata kaki bagian dalam.
Penyebab Angin Panas
Ci Ce (UB 11): pada ujung lipat siku bagian luar.
San Yin Ciao (Li 6): letaknya 4 jari diatas mata kaki bagian dalam.
He Ku (UB 4): pada tempat yang paling tinggi jika ibu jari dan jari telunjuk tangan di rapatkan.
Sie Hai (Li 10): dari lutut naik 2 cun, ke arah dalam 2 cun.
Lie Ku (H 5): 6 jari dari mata kaki bagian dalam.
Ke Su (KK 17): letaknya 2 jari kiri kanan antara tulang punggung ke II & III.
Titik Tambahan
Cu San Li (La 36): letaknya 4 jari dari tempurung lutut.
Sang Ci Si (La 37): (bila lambung terkena) letaknya 1 cun di bawah titik Lambung 36.

Biduran adalah gangguan berupa bentol-bentol di kulit, sangat gatal, kadang-kadang disertai rasa nyeri atau panas. Gangguan yang juga kerap disebut kaligata ini, jika parah, sering disertai bengkak di bibir, kelopak mata, dan daun telinga.

Dalam bahasa medis, biduran disebut urtikaria. Dasar terjadinya adalah alergi. Jika seorang yang sensitif terpapar bahan yang bersifat alergen, misalnya makan telur, terkena ulat bulu, dll, maka tubuhnya serta merta memproduksi senyawa kimia yang disebut histamin. Senyawa inilah yang menjadi biang rasa gatal. Histamin juga menyebabkan merembesnya cairan dari dalam pembuluh darah, sehingga menimbulkan bentol di kulit atau bengkak di bibir atau tempat lainnya.

Alergen yang dapat mencetuskan biduran banyak macamnya, bisa makanan tertentu, obat-obatan, gigitan serangga, cuaca (hawa dingin atau panas), assesoris seperti arloji, gelang, cincin, dan lain-lain. Walaupun demikian, setiap penderita biduran mempunyai jenis alergen masing-masing, misalnya terhadap udang saja, terhadap daging ayam saja, terhadap bahan karet, dan sebagainya.

Pada biduran ringan, gejala biasanya hilang sendiri tanpa pengobatan. Lain halnya jika biduran cukup berat, dibutuhkan obat minum untuk mengatasinya. Obat yang digunakan antara lain antihistamin (CTM, difenhidramin, setirizin, loratadin, interhistin, dll) atau kombinasi antihistamin dengan kortikosteroid misalnya alegi, dextafen, dexteem, dll. Setelah mengkonsumsi obat ini, umumnya gejala biduran segera hilang, tapi bukan berarti sembuh sempurna. Di lain waktu, jika terpapar alergen lagi, biduran akan muncul kembali.

Cara terbaik untuk mencegah kambuhnya biduran adalah dengan menghindari paparan alergen. Untuk itu, langkah pertama adalah mengenali bahan atau hal apa saja yang dapat memicu biduran, kemudian menghindarinya selamanya. Masalahnya, pada beberapa orang sering kali biang alergen sulit diketahui. Selain itu, ada beberapa jenis alergen yang memang sulit dihindari, misalnya hawa dingin. Untuk kasus seperti ini, sebaiknya selalu membawa obat antialergi sebagai antisipasi jika biduran menyerang

0 komentar:

Poskan Komentar