Senin, 17 Oktober 2011

penyakit organ reproduksi pria

SEIRING meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, kasus-kasus penyakit kandungan maupun infertilitas semakin banyak. Penyakit yang sering terjadi pada organ reproduksi wanita antara lain:
  • Radang atau infeksi.
  • Kelainan bawaan.
  • Tumor. Tumor ada yang ganas dan ada yang jika seperti kista endometriosis (tumor jinak indung telur) dan myoma uteri (tumor rahim). Penyakit-penyakit di atas haruslah diwaspadai karena dapat mengganggu kualitas hidup dan penyebab infertilitas.
Berikut ini beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengetahui lebih dini tentang penyakit pada organ reproduksi:
  • Mengetahui pola normal/abnormal dari siklus haid kita.
  • Mengetahui gejala penyakit karena infeksi.
  • Mengetahui adanya pembesaran pada organ reproduksi.
  • Mengetahui gejala akibat pendesakan
  • Melakukan pemeriksaan, antara lain: pemeriksaan Ginekologi, Laboratorium, Rontgen (HSG), Ultrasonografi (USG) dan Laparoscopy Hysteroscopy.
Laparoscopy Hysteroscopy
Adanya dukungan dari sarana kesehatan yang berbasis teknologi seperti Laparoscopy Hysteroscopy menjadi alternatif solusi yang dapat mendiagnosis dan menterapi dengan jejas (bekas) operasi yang minimal.
Laparoscopy merupakan teknik pembedahan atau operasi minimal invasif (Minimal Invasive Surgery) yang dilakukan dengan membuat lubang (berdiameter 5-10 milimeter) di sekitar perut pasien. Lubang digunakan untuk memasukkan alat yang dilengkapi dengan kamera yang memiliki resolusi tinggi untuk memindahkan gambar dalam rongga perut ke layar monitor.
Ada dua jenis penggunaan Laparoscopy Hysteroscopy, yaitu diagnostik dan untuk operatif. Untuk diagnostik, dipakai untuk menilai apakah saluran telur buntu atau tidak sedangkan untuk operatif dipakai untuk mengangkat kista, myoma dan melepas perlekatan pada organ reproduksi (adhesiolisis).
Keuntungan Laparoscopy Hysteroscopy
  1. Teknologi bedah invasif minimal.
  2. Penyembuhan lebih cepat sehingga lama tinggal di rumah sakit lebih singkat.
  3. Post operatif discomfort lebih singkat.
  4. Kosmetik yang lebih baik.
  5. Resiko perdarahan kecil.
  6. Resiko infeksi lebih kecil.
  7. Reproduksi merupakan proses menghasilkan individu baru dari organisme sebelumnya.
    Organisme bereproduksi melalui 2 Cara :

  8. Repoduksi aseksual (vegetatit)
Adalah terbentuknya individu baru tanpa melakukan peleburan sel kelamin.
  • Reproduksi seksual (generatif)
Umumnya melibatkan persatuan sel kelamin (gamet) dari 2 individu yang berbeda jenis kelamin.

Alat-alat Reproduksi pada Laki-Laki

Image:Organp.png
Alat reproduksi pada laki-laki terdiri atas sepasang testis, saluran-saluran kelamin, kelenjar-kelenjar tambahan, dan penis.
  • Testis merupakan kelenjar kelamin yang berfungsi sebagiai penghasil sperma dan hormon testosteron. Testis terletak di dalam suatu kantong yang disebut skrotum.
  • Saluran kelamin terdiri atas vasa eferentia. epididimis. dan vas deferens.
  1. Vasa eferentia merupakan bagian yang berfungsi menampung sperma untuk disalurkan ke epididimis berjumlah antara 10-20 buah.
  2. Epididimis merupakan saluran berkelok-kelok dengan panjang antara 5-6 meter. Di saluran ini cairan sperma diabsorpsi sehingga menjadi agak pekat. Saluran ini berfungsi menyimpan sperma untuk sementara (minimal selama tiga minggu).
  3. Vas deferens merupakan saluran lurus dengan panjang sekitar 40 cm. Saluran ini berfungsi untuk menghubungkan epididimis dengan uretra pada penis. Di bagian ujung saluran ini terdapat saluran ejakulasi.
  • Kelenjar tambahan meliputi vesika seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar Cowperi.
  1. Vesika seminalis merupakan kantong semen (mani) yang dindingnya menyekresi cairan lendir yang banyak mengandung fruktosa, sedikit asam askorbat, dan asam amino. Bahan-bahan kimia tersebut berfungsi untuk memberi makan dan melindungi sperma sebelum membuahi ovum. Semen adalah cairan yang terdiri atas sperma dan cairan yang dihasilkan oleh berbagai kelenjar tambahan
  2. Kelenjar frostat merupakan kelenjar berbentuk bulat yang mengelilingi bagian pangkal saluran uretra. Kelenjar ini menghasilkan cairan yang bersifat basa dan berwarna putih seperti susu. Cairan tersebut berfungsi untuk menetralkan sifat asam pada vasa eferentia dan cairan yang ada di dalam vagina sehingga sprema dapat bergerak aktif.
  3. Kelenjar cowperi (bulbouretralis), yaiitu kelenjar berukuran sebesarb butir kacang yang terletak di bagian proksimal (pangkal) uretra. Kelenjar ini menghasilkan cairan mukosa yang berfungsi sebagai pelicin.
  • penis merupakan alat kelamin luar laki-laki yang befungsi untuk memasukkan sperma ke dalam tubuh perempuan.
Sistem reproduksi apda laki-laki berhubungan erat dengan sistem ekskresi (pengeluaran), khususnya sistem urinaria. Uretra merupakan saluran yang berfungsi untuk mengeluarkan urine sekaligus sprema. Testis memproduksi jutaan setiap hari, sejak masa pubertas samapai seorang laki-laki meninggal dunia. Jika tidak dikeluarkan, sel-sel sperma akan mati dan diserap kembali.

0 komentar:

Poskan Komentar