Selasa, 25 Oktober 2011

Tips mencegah sariawan

Umumnya, sariawan timbul sebagai sinyal bahwa tubuh kita tengah kekurangan gizi. Namun, ternyata pemicunya bukan hanya itu. Ada beberapa faktor lain yang tak berkaitan dengan asupan gizi, akan tetapi dapat memunculkan masalah di mulut. Beberapa anjuran dari praktisi-praktisi kesehatan dapat kita praktikkan untuk membebaskan mulut dari sariawan.

Dari dokter gigi
Drg. Linus Boekitwetan, M. Kes (Ort), menjelaskan bahwa sariawan yang disebut juga stomatitis aphtousa rekuren (SAR), yakni lesi (luka) mukosa rongga mulut yang paling sering terjadi. Penyebab utamanya tak diketahui, tetapi ada faktor lain yang memicunya, misalnya iritasi gigi tajam, gangguan imunologi, hormon, dan sebagainya.Drg. Linus menganjurkan untuk berkumur dengan obat kumur yang mengandung chlorhexidine gluconate atau topikal kortikosteroid, untuk mempersingkat waktu penyembuhan luka. Obat jenis topikal anestesi (salep) bisa diberikan untuk meredakan rasa sakit.

Dari ahli herbal
Ahli obat tradisional China, Mochtar Wijayakusuma, mengatakan bahwa sariawan dapat timbul di lidah, langit-langit mulut, gusi, pipi bagian dalam, atau bibir. Penyebabnya bisa karena kekurangan zat besi, vitamin B12, infeksi virus dan bakteri. Dapat juga terjadi akibat lidah tergigit, atau mulut sensitif terhadap pasta gigi atau obat kumur.
Untuk mengatasinya dengan obat-obatan herbal, dianjurkan untuk mencoba ramuan herbal dengan bahan tomat, kiwi, jeruk lemon, dan madu. Caranya, campur 1 buah tomat dan kiwi (kupas kulitnya) ke dalam blender. Tambah dengan air perasan ½ jeruk lemon dan madu secukupnya. Blender, lalu minum 3 kali sehari.

Dari ahli gizi
Sementara Yusnalaini Y. Mukawi, MSc., ahli gizi dari Poliklinik Gizi RSPAD Gatot Soebroto, menyatakan bahwa kemungkinan sariawan terjadi karena kurang nutrisi. Tak ada makanan yang menyebabkan sariawan. Umumnya, masalah ini akan timbul apabila kita kekurangan nutrisi, terutama vitamin C dan B12, yang terdapat dalam berbagai sayur dan buah yang berwarna 
Sariawan atau stomatitis adalah radang yang terjadi pada mukosa mulut, biasanya berupa bercak putih kekuningan. Bercak itu dapat berupa bercak tunggal maupun berkelompok. Sariawan dapat menyerang selaput lendir pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi, serta langit-langit dalam rongga mulut. Meskipun tidak tergolong berbahaya, namun sariawan sangat mengganggu. Sariawan dapat disebabkan oleh kondisi mulut itu sendiri, seperti kebersihan mulut yang buruk, pemasangan gigi palsu, luka pada mulut karena makanan atau minuman yang terlalu panas, dan kondisi tubuh, seperti adanya alergi atau infeksi.
Sariawan identik dengan kekurangan vitamin C. Kekurangan vitamin itu memang mengakibatkan jaringan di dalam rongga mulut dan jaringan penghubung antara gusi dan gigi mudah robek yang akhirnya menyebabkan sariawan. Untuk mencegahnya berikut ada beberapa cara yang bisa dilakukan :
1. Menjaga kebersihan dan kesehatan mulut. Sikat gigi minimal dua kali sehari, pagi setelah makan dan menjelang tidur malam. Kalau gusi kita termasuk yang sensitif sebaiknya memilih sikat gigi dengan bulu yang lebih lembut dan menggunakan pasta gigi yang cocok dengan kondisi gigi kita.
2. Memperbanyak makanan yang mengandung serat seperti sayuran dan buah. Dengan makan banyak serat dan buah, tubuh kita akan mendapat asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Demikian juga dengan makan buah. Buah banyak mengandung vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.
3. Hindari makanan yang terlalu panas, terlalu dingin, terlalu pedas. Makanan yang terlalu panas, terlalu dingin dan terlalu pedas, dapat menyebabkan gusi atau bibir kita luka dan menyebabkan panas dalam.
4. Minum vitamin tambahan seperti vitamin C dan B 12, asal tidak berlebihan.  Jadi konsumsilah yang sewajarnya dan secukupnya.
5. Hindari stres. Stres adalah salah satu pemicu terbesar datangnya berbagai penyakit. Tak hanya penyakit sariawan saja. Jadi, sebisa mungkin stres dihindari.
6. Kenali penyebab. Kalau kita termasuk orang yang sering menderita sariawan, cobalah mengenali kira-kira apa penyebabnya. Nah, dari situ baru kita bisa melakukan pencegahan dengan efektif.
7. Perbanyak minum air putih minimal 8 gelas perhari untuk mencegah panas dalam
kuning. Jeruk, delima, atau berry, misalnya.
Untuk menghindari sariawan, dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan vitamin C, tak kurang dari 60mg per hari. Selain itu, selalu lengkapi menu makanan sehari-hari dengan sayur dan buah-buahan.

0 komentar:

Poskan Komentar